Sedekah Brutal 18 Telah Hadir!

Rumah Asa Lombok Timur

Telah tiba silih berganti
waktu surup dan fajar sidik
untuk mempertanyakan
Nyamankah bertilam ilmu,
bila gamang dalam beraksara?
Luruskah asa,
jika rumah tak betiang kokoh?

Memasuki program yang ke-18, Sedekah Brutal berkolaborasi dengan Ide Berbagi dan komunitas lokal di Lombok yang dikoordinir oleh dr. Annisa.

Tentang dr. Annisa
dr. Annisa adalah seorang dokter dan aktivis sosial yang aktif di Lombok. Bersama tim relawan lain, dr. Annisa tergerak melihat kondisi sosial ekonomi di daerah pedalaman Lombok Timur. Dari beberapa sekolah yang dikunjungi, dilihatlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nawwarul Uyun NW 3 Permas NW Serumbung Jerowaru yang paling kekurangan, dengan kondisi bangunan, siswa, dan guru yang memprihatinkan.

Tentang #SB18
Program Sedekah Brutal part 18 kali ini membawa tema "Rumah Asa Lombok Timur". MI Nawwarul Uyun NW 3 sebagai salah satu rumah harapan generasi muda Jerowaru saat ini butuh bantuan. Sarana, guru, dan siswa sebagai "tiang penyangga" pendidikan semuanya dalam kondisi yang serba kekurangan. Dengan bantuan program sedekah ke-18 ini, kami berharap tiang-tiang tersebut akan lebih kokoh dan harapan akan masa depan Jerowaru tetap lurus.

Siapa Yang Kami Bantu?
Donasi akan disalurkan untuk tiga kepentingan: santunan siswa, guru, dan renovasi sekolah. Siswa sekolah akan menerima santunan berupa paket seragam, sepatu, dan alat tulis. Santunan ini diperlukan mengingat Jerowaru termasuk daerah terdalam Lombok dengan kondisi tanah kering. Mayoritas mata pencaharian orang tua siswa adalah petani jagung, nelayan, dan tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan tingkat ekonomi rendah.
Penerima santunan kedua adalah guru. Santunan yang akan diberikan berupa sembako dan uang tunai. Bantuan ini sangat diharapkan mengingat dari pengabdian besar mereka, guru hanya menerima insentif sebesar 150.000 per bulan. Insentif itupun hanya diterima tiap 3-6 bulan sekali.
Kepentingan ketiga adalah renovasi sekolah. Kondisi MI Nawwarul Uyun NW 3 cukup memprihatinkan. Bangunan sekolahnya sendiri sangat sederhana, terdiri dari 3 ruang yang disekat triplek untuk mengakomodir enam kelas. Tanpa perpustakaan dan ruang guru.

Bantuan yang seperti apa?
Siswa yang akan menerima santunan sebanyak 50 anak. Tiap anak akan mendapat paket santunan paket senilai 250.000 rupiah. Guru yang akan menerima santunan sebanyak 5 orang dengan paket senilai 500.000 rupiah. Kebutuhan renovasi gedung sekolah yang belum tuntas kurang lebih 13 juta, yang meliputi perbaikan teras, pintu, dan atap. Pembelian perlengkapan perpustakaan sebanyak 3 juta dan pembangunan ruang perpustakaan sebesar 30 juta.




LEAVE A REPLY

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url